JEJAKRIAU.CO(PEKANBARU) - Sebagai upaya pelestarian dan pengelolaan cagar budaya di Riau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan pemugaran Cagar Budaya Rumah Batin Senapelan, di Jalan Meranti Senapelan Pekanbaru, Senin (5/9/22).

Pemugaran Rumah Batin Senapelan ini menggunakan kajian studi melalui APBN berdasarkan nomor kontrak 001/SPK/LS/SPCBP-Disbud/VII/2022 dengan nilai anggaran lebih kurang 344 juta lebih, pelaksanaan 120 hari kalender.

Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan, Pemprov Riau berkomitmen dalam melestarikan cagar budaya di Riau. Untuk itu ia berharap masyarakat juga turut menjaga cagar budaya yang ada.

Ia menambahkan, jika ada barang peninggalan dari Batin Senapelan, hendaknya kembali di pajang di rumah tersebut, sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk berwisata sejarah ke Rumah Batin Senapelan.

"Jadi, cagar budaya ini memang harus dilindungi dan tak boleh diubah-ubah, mari kita lestarikan," ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal menyampaikan, renovasi gedung ini atas inisiatif Gubernur Riau untuk melestarikan cagar budaya. Cagar Budaya Rumah Batin Senapelan ini diSK-kan sebagai cagar budaya sejak tahun 2018 lalu.

Ahli waris Rumah Batin Senapelan, Eva Riani, mengucapkan terima kasih karena Pemprov Riau telah menganggarkan pemeliharaan Rumah Batin Senapelan.

Ia mengharapkan Rumah Batin Senapelan ini menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Provinsi Riau dan juga menjadi cagar budaya yang dilindungi dan dilestarikan.

"Terima kasih pak gubernur telah dianggarkannya pemugaran untuk Rumah Batin Senapelan ini," tutupnya.

Dimulainya pemugaran Rumah Batin Senapelan tersebut ditandai dilakukannya peninjauan oleh Gubernur Riau Syamsuar didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen, Kepala Dinas Pariwisata provinsi Riau, Roni Rakhmat dan Kepala Diskominfotik Provinsi Riau, Erisman Yahya.